asuhan keperawatan KANKER SERVIKS

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

 

KANKER SERVIKS

 

I.PENGERTIAN

 

Kanker Serviks (kanker leher rahim)

 

Kanker serviks (kanker leher rahim) adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim.Kanker serviks merupakan kanker yang tersering dijumpai di Indonesia baik di antara kanker pada perempuan dan pada semua jenis kanker. Kejadiannya hampir 27 persen di antara penyakit kanker di Indonesia .

 

Namun demikian lebih dari 70 persen penderita datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut, sehingga banyak menyebabkan kematian karena terlambat ditemukan dan diobati. Dimana Letak Leher Rahim?

 

 

 

Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang menonjol ke dalam kelamin wanita. Di tempat ini sering terjadi kanker yang disebut kanker serviks.

 

 

 

 Gejala

 

 

 

Kanker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukan gejala atau tanda-tandanya yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali.

 

Gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah :

 

  • *Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim.
  • *keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita.
  • *Pendarahan sesudah mati haid (menopause).
  • *Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau   bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil.

 

 

 

Penyebab

 

 

 

Lebih dari 95 persen kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papiloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah infeksi HPV khususnya tipe 16 dan tipe 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70 persen kasus kanker serviks di Asia.

 

 

 

 

 

 

 

Faktor Risiko

 

 

 

Beberapa faktor risiko terkena kanker serviks antara lain:

 

  • *Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda.
  • *Sering berganti-ganti pasangan seksual.
  • *Sering menderita infeksi di daerah kelamin.
  • *Melahirkan banyak anak.
  • *Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar).
  • *Defisiensi vitamin A,C,E.

 

 

 

Kanker Serviks Tahap Dini / Tahap Pra Kanker

 

 

 

Kanker serviks dapat dikenali pada tahap pra kanker, yaitu dengan cara melakukan antara lain pemeriksaan SKRINING, artinya melakukan pemeriksaan tampa menunggu keluhan. Beberapa medote skrining telah dikenal, yaitu antara lain: PAP SMEAR dan IVA.     

 

 

 

PAP SMEAR

 

Kanker serviks di mulai dari tahap pra kanker. Jika kanker dapat ditemukan pada tahap awal ini, akan dapat disembuhkan dengan sempurna.Pemeriksaan PAP SMEAR Adalah cara untuk mendeteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cepat, tidak sakit dengan biaya yang relatif terjangkau dan hasilnya akurat.

 

 

 

Kapan Melakukannya

 

 

 

Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan kapan saja, kecuali pada masa haid atau sesudah petunjuk dokter. Bagi perempuan yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seksual, lakukanlah pemeriksaan PAP SMEAR  setahun sekali. Segera mungkin melakukan pemeriksaan PAP SMEAR dan jangan menunggu sampai timbul gejala.

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana Pemeriksaan Dilakukan

 

 

 

Pemeriksaan PAP SMEAR dilakukan di atas kursi periksa kandungan oleh dokter atau bidan yang sudah dilatih, dengan menggunakan alat untuk membantu membuka kelamin wanita. Ujung leher diusap dengan spatula untuk mengambil cairan yang mengandung sel-sel dinding leher rahim. Usapan ini kemudian diperiksa jenis sel-selnya di bawah mikrosop. Apabila hasil pemeriksaan posirif (terdapat sel-sel yang tidak normal), harus segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan oleh dokter ahli kandungan.

 

 

 

IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat)

 

 

 

Yaitu pemeriksaan leher rahim dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5 persen. Bila setelah pulasan asam asetat 3-5% ada perubahan warna, yaitu tampak bercak putih, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra kanker serviks.

 

 

 

Dimana Pemeriksaan Dapat Dilakukan

 

 

 

Pemeriksaan PAP SMEAR/IVA dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti : rumah sakit, rumah bersalin, pusat atau klinik deteksi dini kanker, praktek dokter spesialis kandungan, puskesmas, praktek dokter umum dan bidan yang telah mempunyai peralatan untuk melakukan pemeriksaan PAP SMEAR.

 

 

 

Vaksin HPV

 

Lebih dari 95 persen kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papilloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Saat ini sudah ada vaksin untuk mencegah infeksi HPV khususnya tipe 16 dan 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks di Asia. Pencegahan dilakukan dengan mengurangi faktor resiko serta dengan melakukan vaksinasi HPV khususnya tipe 16 dan 18.

 

 

 

Yang Perlu Diingat

 

*Untuk melakukan skrining kanker serviks, jangan sampai menunggu adanya keluhan.

 

*Datanglah ke tempat periksa untuk pemeriksaan PAP SMEAR/IVA.

 

*Jika ditemukan kelainan pra kanker ikutilah pesan petugas/dokter. Apabila perlu pengobatan, jangan ditunda. Karena pada tahap ini tingkat kesembuhannya hampir 100 persen.

 

 

 

Kanker Serviks Displasia

 

Kanker leher rahim/serviks stadium dini (displasia dan kanker stadium 0) dapat disembuhkan secara total. Sayangnya, stadium ini sering tidak menimbulkan gejala atau tanda yang khas.

 

Namun, kanker serviks stadium dini dapat dideteksi dengan tes pap. Tes ini dilakukan dengan mengusap leher rahim dengan alat khusus berupa spatula dan sikat kecil yang lembut. Kemudian usapan ini dioleskan ke potongan kaca dan diwarnai dengan pewarna khusus, lalu diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini sangat sederhana, tidak sakit, cepat (tidak lebih dari 10 menit), dan relatif murah. Bila ditemukan kelainan pada tes pap, untuk menguatkan diagnosis dilakukan pengambilan sedikit jaringan leher rahim untuk diteliti. Demikian dikatakan Dr. Sjahrul Sjamsuddin dalam ceramah “Deteksi Dini Kanker Leher Rahim” di RS Kanker Dharmais Jakarta, 6 Februari 2001.

 

Sjahrul menerangkan bahwa penyakit kanker bermula dari pembelahan sel yang tidak beraturan, ada yang perlahan ada juga yang cepat. Sel-sel yang membelah tersebut berbeda bentuk dan fungsinya. Kemudian sel-sel itu membentuk benjolan yang disebut tumor. Tumor ini dapat menyebar ke seluruh tubuh dengan cara filtrasi, melalui peredaran darah atau getah bening. Di tempat baru sel kanker akan merusak jaringan yang sehat dan membentuk tumor baru yang disebut metastasis. Kesemua proses ini disebut proses keganasan.

 

Lebih lanjut, diungkapkan menngenai data pertengahan tahun 80-an yang menunjukkan bahwa kanker serviks berada pada peringkat ke-3 dari penyakit kanker dan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di negara berkembang. Sekitar 350.000 kasus baru per tahun terjadi di negara berkembang sedangkan di negara maju hanya 100.000 kasus. Hal ini dapat dimaklumi karena di negara maju telah lebih dulu mengenal program skrining, dan pencegahan sekunder sudah dikenal baik. Namun, data terbaru berdasarkan penelitian pada 13 laboratorium Patologi Anatomi di Indonesia menempatkan kanker serviks di urutan pertama dengan prevalensi 18,62%; disusul kanker payudara 11,22%; dan kanker kulit 8,03%. Kanker ini ditemukan pada wanita yang berusia antara 25–34 tahun dengan puncaknya pada usia 45–54 tahun.

 

Sementara itu, 95% dari penyebab kanker serviks berasal dari kondisi lingkungan yang diperantarai oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus tersebut ditularkan melalui hubungan seksual. Seorang wanita dapat tertular infeksi virus dari pria mitra seksualnya. Sebaliknya, pria pun dapat terjangkit infeksi virus setelah berhubungan dengan wanita yang telah terinfeksi oleh penyebab di atas. Infeksi virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui hubungan seksual multi pasangan. Oleh sebab itu, penyakit kanker serviks sering dikatakan sebagai penyakit akibat hubungan seksual. Penyebab lain yang hanya sekitar 5% adalah faktor keturunan.

 

Wanita yang berisiko tinggi mendapat kanker serviks adalah wanita yang melakukan hubungan seksual pada usia muda (<20 tahun), mempunyai banyak pasangan seksual, tidak merawat kebersihan alat kelamin, wanita yang melakukan hubungan seksual dengan pria beristri pengidap kanker serviks, dan wanita perokok.

 

Sedangkan gejala kanker serviks pada umumnya tidak tampak, hanya ada keluhan yang disebabkan oleh infeksi, misalnya keputihan. Pada stadium lebih lanjut, timbul pendarahan sesudah bersenggama atau keputihan, tetapi tidak semua keputihan dan pendarahan merupakan gejala kanker serviks karena mungkin hanya infeksi biasa atau adanya polip dalam serviks. Jika sudah timbul ganguan lain seperti nyeri pinggul, gangguan buang air besar, gangguan buang air kecil, berat badan menurun, lemah atau kurang darah, hal ini biasanya menunjukkan bahwa kanker sudah lanjut. Oleh karena itu, untuk mendeteksi adanya kanker serviks dalam stadium dini, tes pap harus dilakukan segera setelah ada aktivitas seksual. Bagi wanita yang hidup secara normal, tes pap dapat dilakukan setahun sekali selama dua tahun. Jika hasilnya negatif maka pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan setiap 3 tahun sekali sampai usia 65 tahun.

 

Bila dalam pemeriksaan ternyata ditemukan displasia maka pengobatan sederhana dapat dilakukan dengan kauter, bedah beku, sinar laser, atau membuang sebagian leher rahim. Sedangkan pada displasia berat atau kanker stadium 0, jika fungsi reproduksi tidak diperlukan lagi maka dapat dilakukan pengangkatan rahim.

 

Pengobatan kanker pada stadium ini memberikan kesembuhan 100%. Namun, pada kanker invasif (stadium I–IV) pilihan pengobatan ada pada operasi, radiasi, kemoterapi, atau kombinasi dari ketiga pengobatan itu.

 

Pencegahan penyakit kanker serviks dapat diselenggarakan melalui penyuluhan dan pendidikan kepada masyarakat mengenai penyebab dan faktor terjadinya kanker ini. Keberhasilan program penyuluhan yang dilanjutkan dengan skrining terbukti efektif menurunkan kasus kanker serviks di beberapa negara seperti Finlandia dan Amerika Serikat. Untuk setiap individu, pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan alat pribadi, saling setia dengan pasangan, tidak melakukan hubungan seksual selain dengan pasangan, dan melakukan tes pap secara rutin.

 

 

 

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

Askep Pada Klien dengan Sinusistis  Maksilaris

 

1.      Pengertian Sinusitis Maksilaris Akut :

Sinusitis Maksilaris Akut adalah infeksi akut pada mukosa sinus maksilaris.

2.      Penyebab :

S. Pneumonia. H. Influenza, S.Aureus atau Virus

Insidens paling banyak dibanding Sinus yang lain, hal ini karena :

a.Modus infeksi;

Rinogen: merupakan ekstensi dari Rinitis akut, yaitu waktu buang ingus sekret masuk ke dalam sinus.

Dentogen; karies pada gigi premolar 2 sampai dengan molar 3 rahang atas

Pasca ekstraksi gigi rahang atas.

b.Posisi ostium sinus maksilaris paling rendah

c.Drainase sinus maksilaris paluing sulit karena letak ostium yang tinggi, diatap sinus ditutupi konka media/polip/deviasi septi, 16 jam penderita dalam posisi berdiri atau duduk.

3.      Diagnosis

a.       Gejala:

          Rinore dengan sekret yang kental dan berbau, obstruksi nasi, panas badan.

          Kadang-kadang pilek disertai darah

          Obstruksi nasi

          Panas badan

          Nyeri pada pipi daerah sinus sakit

          Nyeri meningkat pada waktu sore hari minimal pada waktu pagi hari. Hal ini disebabkan karena ostium sinus berada pada atap sinus, sehingga pada malam hari dimana penderita kebanyakan dalam posisi berbaring, isi sinus dapat keluar tetapi pada siang hari dimana penderita kebanyakan pada posisi berdiri akan menyebabkan sekret sulit keluar, sehingga menumpuk dalam sinus

b.      Pemeriksaan :

Penderita tampak sakit

Febris

Pada palpasi, ada perbedaan rasa nyeri pada penekanan pipi

Rinoskopia anterior ;

(konka inferior udem dan hiperemis, kavum nasi menyempit serta akan tampak sekret mukopurulent pada meatus medius )

c.       Transiluminasi ada perbedaan sisi kanan dan kiri. Biasanya sisi yang sakit akan tampak lebih gelap

d.      Foto Waters tampak adanya udema mukosa ataua cairan dalam sinus. Bila cairan tidak penuh, akan tampak gambaran air fluid level.

e.       Terapi:

a.       makan minum hangat

b.      Antibiotika, dekongestan.

c.       Bila ada cairan, dilakukan irigasi sinus

d.      Untuk mengurangi udema diberikan diatermi 10 kali

e.       Tidur kesisi heterolateral.

 

Sinusitis maksilaris Kronis

1. Insiden banyak, karena :

a.       Drainase kurang baik.

b.      Sinusitismaksilaris akut yang tidak diobati

c.       Ada faktor gigi

d.      Ada faktor posisi ostium.

2. Patologi

Terjadi perubahan pada mukosa sinus yang berupa degenerasi kisteus, polip.fibrosis, dan metaplasia epitel. Tidaka ada perubahan pada tulang.

3. Diagnosis

Gejala tak jelas dan tak banyak, tetapi keluhan telah terjadi lama, yaitu adanya sekret mukopurulent, foetor nasi dan obstruksio nasi yang sangat bervariasi

4.      Terapi

a. Bila ada foetor dentogen berobat ke dokter gigi.

b. Irigasi dan beri obat tetes hidung

c. Bila irigasi lebih dari 4-5 kali belum sembuh, operasi Caldwell Luc.

 

Pengkajian Data Fokus :

1.      Data Subyektif

a.       Obsruksi Nares

          Riwayat bernafas melalui mulut pada siang  atau malam hari, kapan terjadi, lamanya dan frekuensinya.

          Riwayat pembedahan hidung atau trauma pada hidung

          Penggunaan obat tetes atau semprot hidung jenis, jumlah, frekuensi dan lamanya penggunaan.

b.      Sekresi Hidung :

          warna, jumlah dan konsistensi sekret

          Perdarahan hidung dari satu atau kedua nares.

          Adanya krusta atau nyeri pada hidung

c.       Riwayat Sinusitis

          Nyeri kepala, lokasi dan beratnya nyeri

          Hubungan sinusitis dengan musim tertentu atau cuaca tertentu

d.      Gejala – gejala umum lainya seperti kelemahan.

2.      data Objektif ;

a.       Demam dan drainase ( serous, mukopurulent, porulent )

b.      Polip ( pucat, lunak, edematous keluar dari nasal atau mukosa sinus) mungkin timbul dan biasanya terjadi bilateral pada hidung dan sinus yang mengalami peradangan.

c.       Kemerahan dan edema pada membran mukosa.

3.      Tes Diagnostik :

a.       Kultur organisme penyebab dari hidung atau tenggorokan

b.      Pemeriksaan rontgen sinus biasa , dilakukan untuk menentukan ada dan luasnya penyakit dan terkena tidaknya tulang-tulang, jika  terjadi infeksi, foto me unjukan gambaran; penebalan membran mukosa sinus dan gambaran difus pada sinusitis kronis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISA DATA

Data

Penyebab

Masalah

S. Klien post operasi caldwell luc hari pertama , mengeluh nyeri pada daerah sinus maksilaris.kiri.

O.: Daerah sinus maksilaris terlihat bengkak, pada palpasi didapatkan nyeri .

Tindakan Operasi caldwll Luc

 

Melakukan insisi pada bawah bibir atas sebelah kiri

Mengerok jaringan fibrotik pada permukaan mukosa sinus maksilaris

 

Nyeri , bengkak, perdarahan dan resiko infeksi.

Nyeri akut

S. : Klien mengeluh saat meludah ada darah sedikit pada kerongkongan.

O.: Terlihat tampon hidung dengan perdarahan minimal.

Tndakan operasi caldwell Luc.

Resiko terjadi perdarahan

S.: Klien mengeluh kebal pada daerah bibir atas

O. : Terlihat luka sayatan operasi yamg terjahit di bawah bibir atas sebelah kiri.

Tindakan operasi Caldwell Luc

Resiko infeksi

 

Diagnosa Keperawatan

1.      Nyeri akut b/d tindakan operasi caldwell luc. Ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada sinus maksilaris kiri terutama pada saat palpasi.dan bengkak.

2.      Resiko terjadi perdarahan b/d tindakan operasi caldwell Luc, ditandadi dengan klien mengeluh saat meludah ada perdarahan sedikit pada kerongkongan, terlihat tampon hidung dengan perdarahan minimal.

3.      Resiko terjadi infeksi pada insisi bedah( bawah bibir atas) b/d tindakan operasi cld well luc.terlihat luka sayatan operasi yang terjahit di bawah bibir atas sebelah kiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perencanaan Keperawatan

Nama Klien : Nn. A

Ruang; THT

 

Diagnosa

Tujuan-Kriteria

Intervensi

Rasional

Nyeri akut b/d tindakan operasi caldwell Luc.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan  selama 24 jam nyeri akut hilang.dengan kriteria:

a.Klien mengatakan nyeri berkurang/hilang

b. Klien dapat beristirahat /tidur.

*Kaji nyeri, catat lokasi, karakteristik, dan laporkan perubahan nyeri dengan tepat.

 

*Pertahankan istirahat dengan posisi tidur mid fowler atau miring ke sisi  sinus maksilaris yang sehat

Dorong untuk ambulasi  bertahap s/d kemampuan.

 

Berikan aktivitas hiburan

 

 

Berikan kompres es  segera pada daerah sinus maksilaris kiri( post operasi)

Kolaborasi berikan analgetik s/d program pengobatan dokter.

Perubahan pada karakteristik nyeri menunjukan terjadi proses degenerasi atau proses infeksi

Memungkinkan drainase dan mengurangi edema.

 

 

Mengurangi bengkak pada opst operasi sinus maksilaris.

Meningkatkan relaksasi, sekaligus meninfgktakn koping

Mengurangi nyeri, dan pembengkakan.

 

Mengurangi nyeri,meningkatkan istirahat

Resiko terjadi perdarahan b/d tindakan operasi caldwell Luc.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 24 jam , resiko perdarahan tidak terjadi,dengan kriteria:

a. Perdarahan pada tampon atau yang mengalir ke belakang(faring) minimal.

·         Kaji perdarahan baik pada tampon hidung atau pada faring.

·         Lanjutkan terus pemberian kompres es pada snus maksilaris kiri, secara perlahan

·         Cegah terjadinya batuk/mengedan yang berlebihan pada post operasi.

Deteksi dini perdarahan post operasi

Disamping mengurangi nyeri dan pembengakakan, juga dapat mengurangi perdarahan

Tindakan batuk/mengedan yang berlebihan dapat menimbulkan perdarahan.

Resiko terjadi infeksi b/d tindakan iperasi caldwell Luc.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan  selama 3X24 jam infeksi tidak terjadi.dengan kriteria :

a.       Daerah insisi operasi tidak terdapat tanda-tanda infeksi.

b.      Klien dapat menelan/mengunyah makanan lunak dengan baik.

c.       Daerah sinus maksilaris kiri tidak bertambah sakit atau bengkak.:

·         Rawat mulut secara teraturdan berikan obat kumur antiseptik

·         Ganti tampon hidung, minimal 24 jam post operasi atau jika terjadi perdarahan yang berlebihan/kotor

·         Berikan makanan lunak secarabertahap dengan diit TKTP arau sesuai dengan kondisi dengan kebutuhan cairan yang cukup

·         Saat pulang ajari klien untuk :

-tidak menyisi hidung, paling tidak dalam 48 jam setelah pengangkatan tampon.

-Dapat melaporkan tanda-tanda infeksi;demam, daerah post op. Tambah nyeri, bengkak, keluar cairan bau .

-Jangan bekerja berat atau mengedan yang berlebihan.

-Tidak mengunyah dengan sisi yang mengalami insisi sampai sembuh.

-Berhati-hati-hati sewaktu melakukan oral hygiene terutama sikat gigi pada daerah bawah bibir atas kiri.

-Hindari menyisi hidung selama kurang dua minggu setelah tampon diangkat.

-Anjurkan untuk istirahat, dan mencegah infeksi pada rongga hidung. dan, mulut.

Mencegah terjadinya infeksi pada rongga mulut.

Mencegah terjadinya infeksi pada rongga hidung yang dapat menyebar ke sinus

 

Dengan diit TKTP,meningkatkan kondisi tubuh, mengurangi infeksi.

 

 

 

 

 

Mengurangi taruma pada rongga hidung dan sinus.

 

Deteksi dini tanda infeksi.

 

 

 

 

Predisposisi lamanya proses penyembuhan.

 

Mengurangi trauma pada insisi bedah.

 

 

Mencegah trauma, sehingga mencegah infeksi.

 

 

Mencegah trauma.

 

 

 

Meningkatkan daya tahan tubuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Implementasi Keperawatan

Nama Klien : Nn. A

Ruang          : THT

NODX.

Hari/tgl/Jam

Implementasi Keperawatan

Perawat

 

Senin,

11-03-02

11.00

Melakukan pengkajian preoperatif klien dgn. Sinusitis maksilaris Sinistra

Melakukan pemeriksaan fisik.

Rini Hendari

 

Selasa

12-03-02

08.00

Menyiapkan klien untuk operasi caldwell Luc Ronde ke 2

Mengantarkan klien ke GBPT, sekaligus mendampingi, dalam persiapan mental klien.

Rini Hendari

 

 

 

DX1

 

DX1,2

 

DX2

 

Dx1

Rabu

13-03-02

07.30

13.00

 

 

13.10

 

 

 

 

13.30

Menyiapkan klien untuk operasi caldwell Luc ronde ke 1( hari selasa gagal OK. operator tidak siap/mengatasi klien perdarahan)

Memberikan posisi tidur terlentang, dengan bantal, 30 dan kepala miring ke sisi sinus yang sehat

Melakukan observasi vital sign:TD.nadi, RR, dan suhu

Melakukan observasi kepatenan infus.

Melakukan pengkajian post operasi.

Melakukan kompres es pada daerah sinus maksilaris kiri

Melakukan observasi perdarahan melalui tampon hidung dan tenggorokan.

Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik( klien mengeluh nyeri dan pusing)

Rini Hendari

 

 

DX1,2

3

 

 

2

 

2

 

 

1,2,3

Kamis,

14-03-02

07.30

 

 

08.00

08.20

08.30

 

09.00

13.00

 

 

Memberikan kompres es pada daerah sinus maksilaris kiri

Memberikan kumur-kumur betadin

Memotivasi klien untuk makan bubur susu.

Melepaskan infus.

Menyiapkan untuk mengangkat tampon hidung.

Membantu mengangkat tampon hidung.

Melakukan observasi vital sign: TD. Nadi, RR dan suhu klien.

Memberikan penyuluhan rencana pulang tentang :

-Perawatan mulut yang teratur dan jangan meggosok terlalu kuat pada gigi atas sebelah kiri.

-jangan mengunyah makanan keras sampai gusi sembuh( 2 minggu)

-jangan menyisi hidung sampai luka operasi sembuh, jaga kondisi tubuh, tetap mengkonsumsi makanan bergizi dengan diet bertahap

-jaga jangan samapai kena infeksi saluran pernafasan atas.

-minum obat teratur dan habiskan.

-kontrol ke poli klinik hari Rabu atau jika terjadi masalah:perdarahan , luka/sinus tambah bengkak atau tambah nyeri.

Rini Hendari

 

Jum’at

15-03-02

08.00

 

 

09.00

 

 

Memotivasi klien untuk minum obat, sekaligus melakukan evalusi tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Klien pulang

Rtini Hendari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Evaluasi

Nama Klien : Nn. A

Ruang          : THT

NO.Dx

Hari/Tgl/Jam

Evaluasi

Perawat

 

Jum’at,

16-03-02

08.00

S.: Klien mengatakan nyeri berkurang mulai hari ke dua(kamis) post operas

O.: Klien dapat beristirahat/tidur, palpasi masih nyeri.

A; Nyeri akut sebagian teratasi.

P : lanjutkan dengan penyluhan.

 

S. : Klien mengatkan saat meludah tidak ada darah

O.: Perdarahan tidak ada, begitu juga saat tampon hidung diangkat dari sinus tidaka da perdarahan, bengkak masih.

,A. Resiko perdarahan tetap diwaspadai.

P.: Lanjutkan dengan penyuluhan, tentang aktivitas dan istirahat.

 

S. : pada daerah insisi, keluhan nyeri tidak.

O.: Bengkak, pada sinus masih sedikit, merah, pada insisi bawah bibir tidak, keluar cairan pus tidak.suhu 36.7C

A.    : Resiko infeksi tetap diwaspadai

P.: lanjutkan dengan penyluhan di rumah.

Rini Hendari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About asuhankeperawatanhaerilanwar

bekerja di rs dr wahidin sudirohusodo makassar
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s